Pengunjung Yang Terhormat,Sekarang Klik SUKA Disini!!!

TERIMA KASIH ANDA SUDAH BERKUNJUNG - Formulir Pendaftaran TK Khas DIC Thn Ajaran 2014-2015 - SUDAH DiBUKA!!DAFTARKAN SEKARANG ANAK ANDA KE TK ISLAM KHAS DAARUL ILMI CIKARANG - Menerima Pindahan - DAPATKAN POTONGAN HARGA BIAYA PENDIDIKAN DENGAN DAFTAR SEKARANG UNTK TAHUN AJARAN 2014-2015----Inilah : Formulir Pendaftaran TK Khas DIC

Sabtu, 23 Maret 2013

15 Strategi Umum Pembelajaran Di Taman Kanak-Kanak

Menurut Kostelnik (1999) terdapat berbagai strategi pembelajaran umum yang dapat digunakan di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini umumnya dan anak Taman Kanak-kanak khususnya.

Berdasarkan dari BUKU STRATEGI PEMBELAJARAN TK Oleh Nursyarifah (Wa Kepsek KBT/TKIT AR RAIHAN) yang dikutif dari arraihan.blogspot.com, kita dapatkan 15 strategi.

Strategi pembelajaran umum tersebut meliputi :
  1. Meningkatkan keterlibatan indra, 
  2. Mempersiapkan isyarat lingkungan. 
  3. Analisis tugas, 
  4. Bantuan orang yang lebih berpengalaman (scaffolding), 
  5. Praktek terbimbing, 
  6. Undang/ajakan, 
  7. Refleksi/tingkah laku, 
  8. Refleksi kalimat, 
  9. Contoh atau modelling, 
  10. Penghargaan efektif, 
  11. Menceritakan/menjelaskan/menginformasikan, 
  12. Do-it-signal, 
  13. Tantangan, 
  14. Pertanyaan, 
  15. Kesenyapan 
Strategi-strategi pembelajaran tersebut dapat diintegrasikan atau digabungkan dalam keseluruhan proses pembelajaran, sehingga tercipta kegiatan belajar yang lebih bervariasi.

1. Meningkatkan keterlibatan Indra Melalui keterlibatan indra,
anak-anak akan memperoleh secara langsung tentang objek-objek , peristiwa, atau orang-orang yang ada disekitarnya, karena mereka secara aktif melihat, mendengar, meraba, mengecap, mencium, dan sebagainya. Menurut Kostelnik (1999), ada beberapa pedoman yang perlu diperhatikan dalam mendorong keterlibatan indra anak yaitu: a. Pengalaman langsung adalah hal yang terbaik bagi anak b. Pengalaman langsung arus mendahului penggambaran atau sesuatu yang lebih abstrak (misal, tunjukkan terlebih dahulu buah-buahan yang riil atau konkret baru kemudian tunjukkan gambar buah-buahan). c. Model lebih konkret daripada gambar, dan gambar lebih konkret daripada kata-kata . Misalnya untuk memperkenalkan binatang ”kuda”, terlebih dahulu tunjukkan model kuda yang terbuat dari kayu atau plastik, kemudian gambar kuda, selanjutnya baru kata kuda. Dengan demikian anak memahami istilah kudayang dimulai dari hal yang lebih konkret menuju hal yang lebih abstrak d. Rencanakan kegiatan sehingga keterlibatan indra terjadi lebih awal dalam langkah-langkah pembelajaran. 

2. Mempersiapkan Isyarat Lingkungan
Mempersiapkan Isyarat Lingkungan untuk belajar merupakan salah satu cara mengefisienkan kegiatan. Isyarat lingkungan itu dapat diciptakan guru untuk melatih kemandirian anak dan memahami simbol-simbol yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh kegiatan dalam mempersiapkan isyarat lingkungan adalah: a. Sebuah gambar orang yang sedang mencuci tangan yang dipampang di ruang makan, menunjukkan bahwa anak-anak harus mencuci tangan dulu sebelum dan sesudah makan. b. Gambar anak yang sedang memakai celemek di area seni lunis, menunjukkan bahwa anak-anak harus memakai celemek jika akan melakukan kegiatan melukis. c. Di area komputer misalnya anakdapat menyalakan dan mematikan komputer sendiri dengan melihat tanda atau gambar yang menunjukkan tahapan-tahapan yang tepat untuk menyalakan atau mematikan komputer tersebut.

3. Analisis Tugas
Analisi tugas dalam pembelajaran maksudnya adalah menjabarkan suatu tugas tertentu menjadi bagian-bagian yang lebih rinci atau khusus dan operasional sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh anak. Tahapan sederhana dalam menjabarkan tugas adalah sebagai berikut : 1) menentukan tujuan yang hendak dicapai 2) menjelaskansusunan apa yang diharapkan 3) menunjukkan keterampilan yang perlu dilibatkan dalam tahapan-tahapan tersebut. 4) Memperlihatkan keterampilan yang perlu diketahui anak 5) Menetukan bagian pertama yang akan diajarkan pada anak Hasil yang diperoleh dari penggunaan strategi analisis tugas adalah pembelajaran yang sarat dengan tujuan, dimana melalui kegiatan ini anak-anak memperluas keterampilannya dan mencapai keberhasiln dalam melaksanakan tugas.

4. Bantuan Orang yang Lebih Berpengalaman (Scaffolding)
Scaffolding adalah proses pemberian bantuan dari orang yang lebih berpengalaman yang dilakukan secara bertahap untuk mempermudah anak dalam belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. Proses scaffolding dimulai dengan memberikan bantuan jika anak sudah tidak dapat menemuka cara-cara untuk menyelesaikankegiatan atau tugas. Jika anak berhasil guru menghentikan bantuan tersebut.

5. Praktek Terbimbing
Praktek terbimbing merupakan implikasi dari prinsip bahwa anak-anak belajar melalui pengulangan atau repetisi (Bredekamp dan Copple, 1997). Ketika amnak-anak mendapatkan mendpat kesulitan belajar, itulah saat anak memerlukan bimbingan dari guru atau orang tua.

6. Undangan/Ajakan
Undangan atau ajakan berfungsi sebagai cara untuk menggiring anak-anak agar mereka menggunakan kesempatan yang diberikan gurug untuk melakukan eksplorasi, atau berinteraksi dengan anak-anak lain dan guru.

7. Refleksi Tingkah Laku
Refleksi tingkah laku membantu menggambarkan perhatian anak-anak terhadap aspek-aspek pengalaman tertentu. Refleksi tingkah laku disebut juga umpan balik deskriptif tentang tindakan yang ilakukan anak –anak. Cara-cara seperti ini dapat menguatkan tindakan yang dilakukan anak-anak.

8. Refleksi Kata-kata
Refleksi kata-kata (paraphrase reflection) adalah pernyataan yang dungkapkan guru tentang sesuatu yang dikatakan anak-anak

9. Contoh (Modelling)
Contoh (modelling) membantu anak-anak mempelajari perilaku-perilaku yang tepat. Model atau contoh mempunyai dampak positif yang sangat besar bagi anak-anak . Ketika anak kebingungan, kemudian guru memberikan contoh, anak-anakpun dapat berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

10. Penghargaan Efektif
Penghargaan efektif adalah penghargaan spesifik atau khusus yang diberikan anak sesuai dengan perilaku yang ditunjukkannya. Penghargaan ini dapat diberikan dalam bentuk pujian, atau dorongan yang diberikan terhadap tingkah laku positif yang diperlihatkan anak.

11. Menceritakan/menjelaskan/ menginformasikan
Informasi tentang nama, fakta-fakta masa lalu, adat istiadat dapat dipelajari melalui pewarisan sosial. Penjelasan yang efektif harus didasarkan pada pengalaman langsung anak-anak dan terdapat dalam konteks yang bermakna bagi mereka.

12. Do-It -Signal
Do-It –Signal adalah arahan sederhana yang diberikan kepada anak-anak agar dia mau melakukan suatu tindakan , atau ajakan kepada anak-anak agar mereka dapat melakukan sesuatu.

13. Tantangan
Tantangan adalah variasi dari Do-It –Signal. Tantangan ini memotivasi anak untuk menciptakan pemecahan masalahnya sendiri dengan tugas-tugas yang diarahkan guru. Tantangan memberi kesempatan kepada anak dan guru untuk mengontrol kegiatan.

14. Pertanyaan
Pertanyaan adalah alat pengajaran pokok yang dapat digunakan di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini. Pertanyaan yang efektif adalah pertanyaan yang dihubungkan dengan tujuan yang akan dicapai anak, merangsang berpikir anak, dapat dipahami anak, dan singkat. Agar guru dapat mengajukan pertanyaan yang tepat dan dapat direspon dengan baik oleh anak-anak, ada beberapa teknik bertanya seperti dikemudian oleh Cliat, et al (1992) dalam Kostelnik (1999) sebagai berikut: 1. Ajukan hanya satu buah pertanyaan pada satu waktu Rencanakan pertanyaanyang dibuat secara cermat. 2. Berikan waktu yang cukup bagi anak-anak untuk menjawab pertanyaan yang diajukan 3. Ungkapkan beberapa pertanyaan Anda dalam bentuk do-it-signal. 4. Ajukan pertanyaan kepada seluruh anak 5. Dengarkan secara cermat jawaban yang diberikan anak, hargailah mereka dengan memberikan pujian. 6. Jika jawaban yang diberikan anak ternyata salah atau kurang tepat, tindak lanjuti dengan mengatakan sesuatu yang menyenangkan mereka. 7. Jika ada kesalahpahaman dari jawaban yang diberikan anak-anak, har4gailah jawaban mereka kemudian berilah informasi yang lebih jelas dan tepat.

15. Kesenyapan
Saat-saat tenang dapat menjadi suatu strategi mengajar yang efektif terutama ketika anak-anak sedang asyik melakukan kegiatan yang disukainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar